Pemasaran Bersama Secara Berkelompok

Posted: Agustus 29, 2011 in Koperasi Tani ,Amal Bakti Mandiri

PEMASARAN KAKAO SECARA BERKELOMPOK MEMBAWA KEUNTUNGAN BAGI PETANI

Salah Satu keluhan petani adalah jatuhnya harga kakao yang sampai saat ini tidak menentu ditambah lagi para petani tidak memiliki akses informasi harga yang dapat membantu pemahaman mereka terhadap harga, mengapa demikian?

Pembeli,Pedagang,Pengumpul,dan eksportir sering mengeluhkan rendahnya kualitas kakao disulawesi tetapi dilain sisi para petani selalu mengharapkan harga yang pantas.

Para Anggota Kelompok Tani Terus Hidup dan Kelompok Tani Tegar yang merupakan salah satu dari Kelompok Anggota Koperasi Tani Amal Bakti Mandiri Kec.Anreapi dan Kelompok Binaan LSM Wasiat dimana mereka telah mengikuti Kegiatan Workshop yang dilaksanakan oleh PUSKOPTAN Amanah Sebagai Wadah Berkumpulnya Koperasi Tani Kakao dikabupaten Polewali Mandar yang pada bulan Agustus 2011 telah sepakat melakukan Pemasaran Bersama Kakao.cara yang dilakukan adalah  setiap Petani mengumpulkan biji kakao keringnya dengan kualitas standar sesuai yang disepakati Kelompok, Kemudian perwakilan Kelompok menjualnya (Bidang Pemasaran Kelompok), padapertemuan kelompok bersepakat mencari data harga dari beberapa pedagang sebagai bahan perbandingan ,Yang kemudian keputusan Jatuh Pada Salah Satu Perusahaan Eksportir yang memiliki Buying Unit dipolewali Mandar yakni PT.Armajaroh Indonesia yang dapat memberikan harga yang sangat sesuai kepada Petani dengan Sistem Quality yang transparan. Dan pada bulan Juli 2011 diputuskan menjual sekitar 200 Kg Biji Kakao Kering kemudian menyusul sebanyak 600 Kg Pada Bulan Agustus 2011 pada pembeli yang sama yakni PT Armajaroh Indonesia di Kab.Polewali Mandar. Saat Ini kerjasama antara Kelompok Tani dengan PT.Armajaroh Indonesia Terus Berlanjut. Dari Kerjasama tersebut mereka mendapatkan Pengalaman yang sangat berharga menegenai kualitas kakao diketahui bahwa setiap 100 gram biji kakao berisikan tidak lebih dari 110 biji kakao , dan tingkat kadar Air yang diharapkan tidak Lebih dari 7 %  dan sampah tidak lebih dari 2,5 % sesuai Standar Nasional Indonesia(SNI) dan hal yang paling penting lagi para petani yang telah menjual kakao secara berkelompok mendapat keuntungan dari kualitas biji yang dapat dinilai dari setiap gramnya apabila kualitas biji dibawah 100 gram.

Hal ini lebih menguntungkan dari penjualan secara individu yang selama ini dilakukan apalagi bila Kakao yang kita miliki diberikan kepada pengumpul atau pedagang local yang tidak memberikan nilai yang sesuai dengan kakao yang kita miliki mulai dari harga sampai dengan penimbangan yang tidak transparansi. Karena pembeli dapat menekan harga sesuai keinginannya, dan petani tidak mengerti sama sekali dengan penetapan harga menyangkut masalah sampah dan system Penimbangan.

PT Armajaro Indonesia member informasi yang lengkap setiap hari kepada seluruh Petani Anggota Kelompok tentang potongan Harga, system timbangan dan tingkat kadar air. Harga yang diperoleh juga sangat tinggi dibandingkan bila mereka menjual biji kakao nya  secara sendiri-sendiri.

Berdasarkan Pengalaman dari kelompok Tani Terus Hidup dan Kelompok Tani Tegar di Desa Duampanua kec.Anreapi Kab.Polewali Mandar dengan menjual secara berkelompok memudahkan petani mendapatkan informasi Harga dan petani mendapatkan Posisi tawar yang lebih baik dan berkeadilan, sehingga tercapai Kesejahteraan petani menuju kemandirian ekonomi.

Sementara itu dibutuhkan adanya kerjasama yang baik antara petani, pedagandan eksportir serta Pabrik agar tujuan meningkatkan kualitas biji kakao dan pencapaian harga yang menguntungkan bagi petani dapat tercapai.

By Nurjamal budiman

http//:jamalmahesa@yahoo.co.id.

Download Filenya disini

Sistem Pemasaran Bersama Kelompok

Komentar ditutup.