Manajemen Kelembagaan Kelompok Tani

Posted: Agustus 29, 2011 in Serba Serbi Kelompok Tani

MANAJEMEN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI KAKAO (Theobroma cacao L)

Foto Kegiatan

Pengembangan usaha budi daya Kakao yang dilakukan para petani dan pengusaha masih tetap dicirikan oleh usaha tani berskala kecil, karena itu perlu upaya peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya melalui kelompok untuk menciptakan skala ekonomi. Pembangunan sub sektor perkebunan khususnya tanaman Kakao (Theobroma cacao L) yang didukung oleh para petani dan pengusaha di bidang perkebunan masih tetap dicirikan oleh usaha pertanian rakyat berskala kecil. Karena itu, upaya peningkatan efisiensi pemanfaatan sumberdaya tidak dapat dilakukan oleh masing-masing petani, tetapi harus melalui kelompok. Kelompok tani merupakan organisasi petani yang bersifat non formal yang terdiri dari kumpulan petani yang tumbuh berdasarkan keakraban dan keserasian serta kesamaan kepentingan dalam memanfaatkan sumber daya pertanian untuk bekerja sama meningkatkan produktivitas usahatani dan kesejahteraan anggotanya. Prinsip Dasar Pemberdayaan Kelompok Tani Kakao Pemberdayaan kelompok tani akan efektif apabila dapat diciptakan iklim yang kondusif di dalam lingkungan kelompok tani, seperti saling mempercayai, saling mendukung antar anggota dan pengurus kelompok tani dengan pembinanya (penyuluh, petugas lainnya) sehingga pembinaan terhadap kelompok senantiasa tidak mengalami kegagalan. Keberadaan dan keberhasilan kelompok tani buah sangat ditentukan oleh peran serta aktif anggotanya. Sedangkan para pendamping yang memiliki peran sebagai fasilitas hanyalah sebagai pendukung untuk terciptanya tujuan yang diinginkan kelompok. Kelompok tani sebagai kelompok swadaya masyarakat tumbuh dan berkembang berdasarkan prinsip dari petani, oleh petani dan untuk petani. Di dalam kelompok tani perlu ada aturan tertulis maupun tidak tertulis sebagai pegangan dalam mewujudkan cita-cita bersama. Membangun masyarakat agribisnis pedesaan memerlukan para petani yang tangguh melalui kelompok tani. Kelompok tani Kakao sebagai pelaku utama dalam pembangunan dipedesaan Harus Konsisten dan memiliki Komitmen untuk berkembang. Untuk itu perlu suatu upaya pemberdayaan kelompok tani agar tercipta para pelaku usaha agribisnis yang mandiri dan profesional. Secara umum pemberdayaan diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh petani/kelompok tani dalam meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan sumberdaya dari dalam maupun dari luar untuk pencapaian tujuan. Kelompok tani yang berdaya memiliki ciri, sebagai berikut :

  1. Memiliki kemampuan dalam membuat perubahan ke arah yang lebih baik dari keadaan sebelumnya, sehingga mereka memiliki kemampuan dalam memberikan tanggapan terhadap perubahan yang terjadi, termasuk dalam kemampuan memecahkan masalah-masalah.
  2. Memiliki kemampuan dalam membuat keputusan yang terbaik bagi kelompoknya secara mandiri sehingga kelompok akan mampu mewujudkan keadilan bagi anggotanya dalam memperoleh kesempatan/peluang, pembagian hasil usaha, serta keuntungan. Dalam hal ini, fungsi kelompok sebagai sarana kelas belajar, unit produksi dan wahana kerjasama dapat dirasakan oleh anggotanya.
  3. Memiliki kemampuan dalam menggali dan memanfaatkan sumber daya secara berkesanambungan untuk menghasilkan perubahan yang lebih baik bagi mereka dan masyarakat sekitarnya.
  4. Memiliki kepekaan dengan kondisi lingkungan sekitarnya yang nantinya dapat berpengaruh pada perkembangan Kelompok baik dari segi Politik maupun dari system pemerintahan setempat.
  5. Memiliki Kelengkapan Administrasi sebagai sarana pendukung dalam pelaksanaan kegiatanya.

Materi Pelatihan Manajemen Kelembagaan Kelompok Tani

By Nurjamal Budiman

Silahkan download  materi manajemen kelembagaan Kelompok Tani dibwah ini!

Manajemen Kelembagaan Kelompok Tani

Komentar ditutup.