Anggaran Rumah Tangga Koptan Amal Bakti Mandiri

Posted: Agustus 29, 2011 in Koperasi Tani ,Amal Bakti Mandiri

ANGGARAN RUMAH TANGGA

KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI

BAB I

KANTOR, LAMBANG, CAP, PAPAN NAMA DAN WAKTU KERJA

Pasal 1

  1. Kantor KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI berkedudukan di Desa Duampanua Kec.Anreapi Kab.Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat. KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dapat membuka dan menutup Kantor Cabang atau Kantor Perwakilan di luar negeri sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota dan diatur dalam Peraturan Khusus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI memiliki Lambang, Cap dan Papan Nama yang menggambarkan ciri-ciri khusus atas tujuan, kegiatan usaha dan atau keanggotaannya.
  3. Ketentuan mengenai Lambang, Cap dan Papan Nama sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) pasal ini, serta penggunaannya, diatur dalam Peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 2

  1. Hari kerja, hari libur dan jam kerja diatur dalam Peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI adalah setiap hari kerja sesuai dengan Ketentuan Pemerintah dan selanjutnya diatur dalam Peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Pengelolah dan Karyawan wajib masuk kerja tepat pada waktunya pada setiap hari kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BAB II

TUJUAN

Pasal 3

Untuk mencapai maksud dan tujuannya, maka yang akan diwujudkan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI melalui pelaksanaan kegiatan usahanya adalah:

  1. Mengembangkan dan memperluas keterkaitan usaha bersama antar sesama anggota pada khususnya dan gerakan koperasi pada umumnya yang dilandasi semangat kebersamaan dan kekeluargaan guna meningkatkan taraf hidup warga koperasi dan masyarakat umumnya.
  2. Mengusahakan terciptanya iklim dan pelaksanaan usaha yang menunjang kelangsungan dan perkembangan tatanan perekonomian nasional dengan menerapkan prinsip-prinsip koperasi.
  3. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kepada Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan anggota anggotanya, untuk menumbuhkan kreatifitas dibidang kelembagaan, profesionalisme dibidang usaha dan keuangan.

 

Pasal 4

  1. KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI membentuk Unit Usaha Simpan Pinjam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menghimpun dana dari dan menyalurkannya kepada anggota beserta jajarannya, calon anggota dan koperasi lain beserta anggotanya.
  2. Pengelolaan, permodalan dan kegiatan usaha Unit Usaha Simpan Pinjam KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan jaringan pelayanannya dilaksanakan secara otonom sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 5

Usaha pengadaan dan penyaluran barang barang kebutuhan anggota dilaksanakan dengan cara mengusahakan pengadaan bersama barang-barang kebutuhan pokok, bahan-bahan baku dan bahan penolong serta sarana produksi untuk meningkatkan produksi usaha anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan jajarannya.

Pasal 6

  1. Kegiatan usaha dalam bidang Agro Bisnis dan Agro Industri dilaksanakan dengan cara:
  2. KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dapat membangun industri yang menunjang bagi perkembangan kegiatan usaha anggotanya dibidang Agro Industri.
  1. Membantu memasarkan dan membuka peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan oleh anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan jajarannya baik di dalam negeri maupun di luar negeri seperti hasil Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Hasil hutan dan Kerajinan.
  2. Mengusahakan pendirian pusat-pusat produksi dan atau pengelolaan sesuai potensi ekonomi yang tersedia dan mempunyai kelayakan usaha.
  3. Membantu penyediaan permodalan untuk anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan jajarannya dalam bentuk:
  1. Pemberian pinjaman.
  2. Pemberian jaminan.
  3. Pemberian modal.

Pasal 7

Untuk melaksanakan kegiatan usaha lain sesuai dengan kebutuhan anggotanya, KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dapat mengembangkan usaha dibidang jasa yang memberikan manfaat ekonomi dan pelayanan kepada anggota dan jajarannya.

Pasal 8

KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dapat mendirikan atau menjalankan perusahaan dan usaha lain yang mempunyai hubungan dengan bidang usaha tersebut diatas, baik secara mandiri maupun bersama-sama dengan badan-badan usaha lain, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 9

Kerjasama dengan pihak Anggota, Gerakan Koperasi, Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Usaha Milik Swasta, didasarkan pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  1. Kewenangan dan hak antara KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dengan Mitra Usaha diatur berimbang, sesuai dengan besar dan jumlah saham/penyertaan.
  2. Kerjasama dengan anggota Harus merupakan satu kesatuan manajemen yang tak terpisahkan dan pelaksanaannya diatur dalam Perjanjian Kerjasama Usaha.
  3. Kerjasama dengan koperasi diluar anggota, Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Usaha Milik Swasta, diatur atas kesepakatan bersama, dituangkan dan dikukuhkan dengan Akta Otentik.

Pasal 10

  1. KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dapat mengembangkan hubungan kemitraan yang bersifat Integratif dan Parsial.
  2. Hubungan kerjasama yang bersifat integrative dilaksanakan dengan system Inti Plasma dan dikembangkan dengan pola Perusahaan Inti Rakyat (PIR). Sedangkan hubungan kerjasama yang bersifat persial dilaksanakan dengan system Bapak Angkat.
  3. Beberapa kerjasama yang dapat dilaksanakan dengan sistim Bapak Angkat adalah:
  1. Rekanan (vendor)
  2. Sub kontrak
  3. Wara laba (franchise)
  4. Aliansi
  5. Persemaian usaha (incubator)
  6. Dagang umum
  7. Bentuk-bentuk lainnya

BAB III

PENDIDIKAN

Pasal 11

  1. KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI bertanggung jawab untuk melatih dan mengembangkan pengetahuan serta ketrampilan Anggota, Pengurus, Pengawas, Direksi dan Karyawan dengan memperhatikan persyaratan yang ada dan jabatannya masing-masing serta potensi kariernya.
  2. Bentuk dan tata cara pelaksanaan pendidikan sebagaimana tersebut dalam ayat (1) pasal ini diatur lebih lanjut dalam peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

 

 

 

BAB IV

KEANGGOTAAN

Pasal 12

Penerimaan Anggota merupakan hak dan wewenang Pengurus dengan memperhatikan kepentingan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 13

  1. Permintaan untuk menjadi Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI diajukan secara tertulis kepada Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, dengan melampirkan :
  2. Setiap surat permintaan menjadi Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, diberikan tanda terima dan dicatat dalam Buku Agenda permohonan menjadi Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  3. Persetujuan atau penolakan atas permintaan menjadi Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI diputus oleh Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dalam waktu paling lambat 2 (tiga) hari setelah surat permintaan menjadi Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI tersebut dalam Pasal 13 ayat (1) Anggaran Rumah Tangga ini telah diterima selengkapnya
  4. Keputusan Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI seperti tersebut dalam ayat (3) pasal ini harus diberitahukan kepada Calon Anggota yang bersangkutan dalam waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal Permohonan Keanggotaan.
  5. Calon Anggota yang disetujui menjadi Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dalam waktu 3 (tiga) hari setelah tanggal pemberitahuan seperti tersebut dalam ayat (3) pasal ini, harus membayar kepada KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI Simpanan Pokok seperti tersebut dalam Pasal 27 ayat (1) Anggaran Dasar KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, yang pembayarannya harus dilaksanakan sekaligus ataupun diangsur sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.
  6. Apabila Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI menolak permintaan menjadi Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, maka keputusan tentang penolakan tersebut, wajib diberitahukan kepada Calon Anggota Yang bersangkutan yang bersangkutan dengan menyebut alasan-alasannya, dan selanjutnya Pengurus melaporkan kepada Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI berikutnya.
  7. Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dapat diberhentikan dari Keanggotaan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI apabila tidak memenuhi kewajiban-kewajibannya seperti diatur dalam Pasal 9 Anggaran Dasar KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  8. Pemberhentian Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI ditempuh melalui tingkatan sebagai berikut :
  9. Pemberitahuan tentang pemberhentian sementara dari Keanggotaan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI disampaikan kepada Anggota  yang bersangkutan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah tanggal Keputusan Rapat Pengurus.
  10. Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang dikenakan tindakan seperti tersebut dalam ayat (8) Pasal ini, diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan secara tertulis pada Rapat Anggota melalui Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI paling lambat dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak pemberitahuan seperti tersebut dalam ayat (10) Pasal ini.
  11. Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang dikenakan tindakan seperti tersebut dalam ayat (8) butir c, Pasal ini apabila tidak mengajukan keberatannya kepada Rapat Anggota, dianggap menerima keputusan pemberhentiannya;
  12. Saat berlakunya Keputusan Pemberhentian dari Keanggotaan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI seperti tersebut dalam ayat (11) Pasal ini, ditentukan sebagai berikut :
  13. Apabila Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI memutuskan menerima /menyetujui pembelaan Anggota yang diberhentikan sementara, maka dipulihkan kembali status keanggotaannya.
  14. Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang diberhentikan dari Keanggotaan, tidak dapat menuntut lebih dari hak yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Ketentuan/Peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang berlaku .
  15. Apabila keanggotaan pada KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI berakrhir karena Anggota bubar maka Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dapat ikut duduk sebagai Anggota Penyelesai ;
  16. Setiap Pemberhentian anggota dicatat dalam Buku Daftar Anggota.
  1. Foto Copy Kartu Tanda Penduduk Yang Masih Berlaku ;
  2. Menyetor Uang Simpana Pokok dan Simpanan Wajib
  3. Peryataan tertulis tentang kesediaan untuk mentaati Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Ketentuan/Peraturan yang berlaku di KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI;
  1. Bilamana dalam jangka waktu 3 (tiga) hari seperti tersebut dalam ayat (4) Pasal ini, Simpanan Pokok belum dilunasi maka persetujuan untuk diterima menjadi anggota dinyatakan batal.
  2. Keangotaan pada KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI mulai berlaku sejak pembayaran Simpanan Pokok dan tanggal dicatat dalam Buku Daftar Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  1. Tingkat pertama : diberikan peringatan secara tertulis sebanyak 2 (dua) kali dengan tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari ;
  2. Tingkat kedua : pemberhentian sementara dari keanggotaan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI sampai ada ketentuan lebih lanjut dari Rapat Angota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI berikutnya, tanpa memperoleh pelayanan ;
  3. Tingkat ketiga : diambil tindakan pemberhentian penuh sebagai Angoota.
  1. Terhitung mulai tanggal Keputusan Rapat Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dalam hal Anggota yang bersangkutan tidak mengajukan keberatannya;
  2. Dalam hal Anggota yang bersangkutan mengajukan keberatannya, maka saat pemberhentian tersebut terhitung mulai tanggal Keputusan Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang menolak keberatan yang diajukan oleh Anggota tersebut.

Pasal 14

Setiap Anggota mempunyai kewajiban untuk :

  1. Memelihara dan menjaga nama baik KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan Gerakan Koperasi pada umumnya.
  2. Turut berpartisipasi aktif dalam memajukan usaha-usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  3. Menjalin dan memperkuat keterkaitan usaha antara KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dengan anggota dan jajarannya sebagai satu kesatuan usaha yang utuh, efisiensi dan memiliki daya saing ;
  4. Mengusahakan peningkatan kemampuan permodalan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dengan membayar Simpanan Pokok, Simpanan Wajib secara teratur dan simpanan lainnya yang dikaitkan dengan partisipasi didalam usaha-usaha bersama KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 15

Setiap Anggota mempunyai hak untuk :

  1. Memilih dan dipilih sebagai Pengurus atau Pengawas, sesuai Pasal 10 butir d, Pasal 15 ayat (2) dan pasal 19 ayat (1) Anggaran Dasar KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  2. Dalam Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, Anggota yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan pada Periode Tahun Buku yang sama, mempunyai hak suara sedangkan yang belum hanya mempunyai hak bicara;
  3. Bagi anggota yang daerahnya mengalami ganguan keamanan dan atau keadaan darurat sehingga tidak memungkinkan dilaksanakannya Rapat Anggota, memiliki hak suara dalam Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  4. Meneliti kebenaran Laporan Tahunan yang disampaikan oleh Pengurus dan Pengawas dalam Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI;
  5. Mendapatkan pelayanan usaha dari KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan Anggota dan aspek kelayakan ekonomi sesuai dengan Ketentuan/Peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang berlaku.
  6. Membela diri pada Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dalam hal anggota dikenakan sanksi seperti tersebut dalam pasal 13 Anggaran Rumah Tangga ini.

BAB V

RAPAT ANGGOTA

Pasal 16

  1. Penyelenggaraan Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI menjadi tanggung jawab Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  2. Penetapan Kepanitiaan dan tempat penyelenggaraan setiap Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI diatur dengan Surat Keputusan Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 17

Jenis-jenis Rapat Anggota:

(1)     Rapat Anggota Tahunan (RAT)

  1. Rapat Anggota Tahunan (RAT) adalah Rapat Anggota yang dilaksanakan oleh Pengurus dan dilaksanakan sekali dalam setahun, selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tutup Tahun Buku KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI pada tanggal 31 Desember
  2. Rapat Anggota Tahunan membahas hal-hal yang berkaitan dengan pengesahan pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas dalam pelaksanaan tugasnya, Pengesahan Laporan Keuangan, pembagian Sisa Hasil Usaha Penetapan Kebijakasanaan umum dibidang Organisasi, Manajemen dan Usaha Koperasi serta pemilihan, pengangkatan, pemberhentian Pengurus dan Pengawas.

(2)     Rapat Anggota Program (RAP)

  1. Rapat Anggota Program yaitu Rapat Anggota yang diadakan oleh Pengurus sekurang-kurangnya sekali setahun dan diselenggarakan selambat-lambatnya pada bulan Desember.
  2. Rapat Anggota Program membahas Program Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Biaya yang disampaikan oleh Pengurus untuk dapat dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya.

(3)     Rapat Anggota Khusus (RAK)

  1. Rapat Anggota Khusus adalah Rapat Anggota yang dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 13 ayat (1) dan (2) Anggaran Dasar dan dalam rangka Penyusunan Program Tambahan dan pembahasan suatu permasalahan yang menyangkut KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang wewenangnya ada pada Rapat Anggota.
  2. Rapat Anggota Khusus dapat dilak ukan apabila:
  1. Atas Keputusan Pengurus
  2. Atas Permintaan paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota
  3. Dalam keadaan yang mendesak untuk segera memperoleh suatu Keputusan oleh Rapat Anggota yang menyangkut hal-hal seperti tersebut dalam ayat huruf a Pasal ini.

(4)     Rapat Anggota Luar Biasa (RALB)

  1. Rapat Anggota Luar Biasa adalah Rapat Anggota yang dilakukan karena berbagai alasan terutama apabila Anggota menilai Pengurus telah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan menimbulkan kerugian.
  2. Rapat Anggota Luar Biasa diadakan apabila :
  1. Atas keputusan Pengurus
  2. Atas permintaan paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota
  3. Dalam keadaan yang mendesak untuk segera memperoleh suatu Keputusan oleh Rapat Anggota yang menyangkut hal-hal seperti tersebut dalam ayat Huruf a Pasal ini

Pasal 18

Hak Suara

  1. Anggota akan gugur hak suaranya apabila saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI tidak menghadiri Rapat Anggota Tahunan Yang telah dijadwalkan.
  2. Apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai dalam Rapat Anggota, maka dilakukan pemungutan suara dan hanya berlaku bagi Anggota yang mempunyai hak suara dan keputusan Rapat Anggota sah apabila disetujui oleh setengah ditambah satu dari jumlah anggota yang hadir.

Pasal 19

Tata Tertib Rapat Anggota

  1. Setiap jenis Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dilaksanakan berdasarkan Peraturan/Tata Tertib dan dengan acara, tersendiri yang disahkan dalam Rapat Anggota yang bersangkutan.
  2. Surat Undangan, Susunan Acara dan Tata-tertib serta bahan Rapat Anggota, seperti Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus, Pengawas, Rancangan Program Kerja, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja serta bahan-bahan lain yang diperlukan sesuai dengan sifat dan acara. Rapat Anggota dikirim selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari sebelum Rapat Anggota dilaksanakan.
  3. Keputusan-keputusan yang telah disahkan oleh Rapat Anggota harus dikirimkan oleh Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI kepada anggota selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak Rapat Anggota selesai dilaksanakan.

Pasal 20

Disamping Rapat Anggota, KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dapat melaksanakan Rapat Kerja, Rapat Pengurus, Rapat Pengawas, Rapat Pleno Pengurus dan Pengawas serta Rapat Direksi.

Pasal 21

  1. Rapat Kerja diselenggarakan oleh Pengurus menurut keperluan.
  2. Rapat Kerja dihadiri oleh Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan pihak pihak yang terkait
  3. Ketentuan tentang organisasi dan penyelenggaraan Rapat Kerja diatur lebih lanjut dalam Peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

 

Pasal 22

Rapat Pengurus dilaksanakan secara berkala oleh Pengurus dan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam waktu 1 (satu) bulan untuk mengorganisir dan mengendalikan kegiatan organisasi dan usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, dalam rapat mana Pengurus dapat mengundang Manajer Pengelolah.

Pasal 23

  1. Rapat Pengurus diadakan ditempat Kedudukan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI atau ditempat lain di wilayah Republik Indonesia yang ditetapkan oleh Pengurus ;
  2. Pengurus dapat juga mengadakan rapat sewaktu-waktu apabila dipandang perlu oleh Ketua atau atas usul dari sekurang-kurangnya 2 (dua) orang dari jumlah Anggota Pengurus dalam rapat mana juga dapat diundang Manajer Pengelolah. Undangan untuk Pengurus maupun Pengelolah disampaikan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum rapat diadakan ;
  3. Rapat Pengurus dengan Surat Undangan Rapat dan dengan mencantumkan acara rapat adalah sah dan berhak mengambil keputusan-keputusan yang mengikat, apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya lebih dari 1/2 (setengah) dari jumlah Anggota Pengurus
  4. Semua Rapat Pengurus dipimpin oleh Ketua Umum dan apabila Ketua Umum tidak hadir dan atau berhalangan, maka rapat dapat dipimpin oleh seorang Pengurus lainnya yang ditunjuk oleh Ketua Umum.
  5. Semua Keputusan dalam Rapat Pengurus diambil dengan Musyawarah untuk mufakat. Apabila melalui musyawarah tidak tercapai kesepakatan maka Keputusan Rapat Pengurus diambil dengan suara terbanyak.

Apabila jumlah suara yang setuju dan tidak setuju sama banyaknya, maka usul yang bersangkutan dianggap ditolak, kecuali jika mengenai diri orang akan ditentukan dengan undian. Setiap Anggota Pengurus berhak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara ;

  1. Dari segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam Rapat Pengurus harus dibuat suatu Risalah yang ditandatangani oleh Ketua Rapat Pengurus dan Sekretaris atau salah Seorang Anggota Pengurus yang ditunjuk oleh dan dari antara Meraka yang hadir ;
  2. Keputusan-keputusan yang mengikat dapat juga diambil tanpa diadakan Rapat Pengurus asal saja Keputusan itu disetujui tertulis dan ditandatangani oleh semua Anggota Pengurus.

BAB VI

PENGURUS

Pasal 24

  1. Yang dapat dicalonkan menjadi Pengurus adalah Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang memperoleh pengesahan dan terdaftar sebagai Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Calon Pengurus tersebut dalam ayat (1) Pasal ini, harus memenuhi persyaratan sebagai bcrikut :
  3. Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang telah habis masa jabatannya, dapat dipilih kembali sepanjang dicalonkan oleh Anggota.
  1. Memenuhi persyaratan untuk menjadi Pengurus seperti tersebut dalam Pasal 15 ayat (3) Anggaran Dasar KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI ;
  2. Menunjukkan pengabdian dan keberhasilan Sebagai Anggota Koperasi
  3. Mempunyai pengalaman yang cukup sebagai Pengurus dalam memimpin koperasi ;
  4. Tidak pernah dijatuhi hukuman oleh Pengadilan (pidana ekonomi);
  5. Mempunyai waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya sebagai Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan pengaturan waktu diatur dalam Peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 25

Komposisi Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI terdiri dari :

  1. Ketua Umum
  2. Sekretaris
  3. Bendahara

 

Pasal 26

  1. Antara para Anggota Pengurus dengan Pengawas dan atau Manager tidak boleh ada hubungan kekeluargaan sedarah sampai dengan derajat ke 3 (tiga), baik menurut garis lurus maupun garis kesamping atau hubungan semenda (menantu Langsung atau ipar) ;
  2. Anggota Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang ditugaskan mewakili KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI di Perusahaan Patungan, mempunyai masa jabatan sama dengan masa Jabatan Kepengurusannya di KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  3. Yang ditunjuk menjadi Komisaris pada Perusahaan Patungan adalah Pengurus, atau yang ditunjuk oleh Pengurus, yang penentuannya ditetapkan dalam Rapat Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI;
  4. Yang ditunjuk Pengurus/Pengawas pada Koperasi dimana KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI menjadi Anggota adalah Pengurus yang penentuannya ditetapkan dalam Rapat Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 27

Tata Cara Pemilihan Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, diatur sebagai berikut :

  1. Untuk menjamin terlaksananya Demokrasi dalam Koperasi, maka pemilihan Pengurus sedapat – dapatnya dilaksanakan asas musyawarah dan mufakat. Apabila musyawarah untuk mufakat tidak tcrcapai dilakukan dengan pemungutan suara ;
  2. Sesuai dengan ketcntuan seperti tersebut dalam ayat (1) Pasal ini, pemilihan pengurus dapat dilaksanakan secara langsung atau melalui formatur yang diberi mandat penuh ;
  3. Susunan Pengurus dipilih dan ditetapkan berdasarkan nama-nama Calon Anggota Pengurus yang diusulkan oleh peserta Rapat Anggota;
  4. Pelaksanaan pemilihan Pengurus seperti tersebut dalam ayat (3) Pasal ini, diatur lebih lanjut dalam Peraturan Tata Tertib Pemilihan Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang disahkan dalam Rapat Anggota.

Pasal 28

  1. Sebelum melaksanakan tugas dan kewajibannya, Pengurus wajib mengucapkan Sumpah/Janji dengan kata-kata sebagai berikut :

Demi Allah Saya bersumpah :

Bahwa Saya dalam melaksanakan tugas / kewajiban sebagai Pengurus Induk Koperasi Unit Desa akan selalu berpegang teguh pada ketentuan dalam Undang-undang Perkoperasian dan Peraturan Pelaksanaannya Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan-peraturan yang berlaku bagi KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Bahwa Saya dalam melaksanakan tugas/kewajiban sebagai Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, selalu berusaha sehingga kepentingan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI beserta Anggota-anggotanya mendapat pelayanan sebaik-baiknya.

Bahwa Saya dalam melaksanakan tugas/kewajiban sebagai Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, menjauhkan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan Gerakan Koperasi pada umumnya dan Induk Koperasi Tani pada khususnya ;

  1. Pengucapan Sumpah/Janji Pengurus dilaksanakan didepan Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dengan disaksikan oleh Pimpinan Sidang. Apabila karena sesuatu dan lain hal, sehingga pengucapan Sumpah/Janji salah seorang Pengurus terpaksa tidak dapat dilaksanakan di depan Rapat Anggota, maka pengucapan Sumpah/Janji Pengurus dapat dilakukan dengan disaksikan oleh Pengurus lainnya ;

Apabila karena sesuatu dan lain hal sehingga pengucapan Sumpah/Janji seluruh Pengurus terpaksa tidak dapat dilaksanakan didepan Rapat Anggota, maka pengucapan Sumpah/Janji Pengurus dapat dilakukan dengan disaksikan oleh Pimpinan Sidang, Anggota Formatur dan 1/3 (sepertiga) dari Anggota yang ketentuannya ditentukan oleh Tim Formatur ;

  1. Tiap Pengurus yang telah mengucapkan Sumpah/Janji termasuk Saksi-saksi, harus membubuhkan tandatangan diatas Naskah Berita Acara Pengucapan Sumpah/Janji yang bertindak sebagai Saksi-saksi dalam pengucapan Sumpah/Janji Pengurus adalah Ketua Sidang dan salah seorang Anggota Peserta Rapat.
  2. Berita Acara Pengambilan Sumpah/Janji Pengurus dibuat dalam rangkap 2 (dua), pertama untuk KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, kedua untuk Pengurus yang mengucapkan Sumpah/Janji.

 

 

Pasal 29

  1. Pelaksanaan serah terima dari Pengurus Lama kepada Pengurus Terpilih selambat-lambatnya dalam waktu 15 (lima belas) hari setelah dipilih baik timbang terima jabatan (formal) maupun timbang terima material.
  2. Pelaksanaan serah terima seperti tersebut dalam ayat (1) Pasal ini harus dibuat berita acara, serah terima yang ditandatangani oleh Pengurus Lama dan Pengurus Terpilih.

Pasal 30

Pengurus mempunyai tugas pokok sebagai berikut :

  1. Mengembangkan Kebijakan Umum Usaha secara nyata yang dapat membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan dituangkan dalam Program Kerja Tahunan, untuk pedoman Pengurus menyusun program operasionalnya.
  2. Mengadakan kegiatan penerangan, penyuluhan dan pendidikan/latihan guna meningkatkan kesadaran berkoperasi, menumbuhkan kreatifitas dibidang kelembagaan, usaha dan keuangan Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan jajarannya.
  3. Mengusahakan terciptanya kerjasama usaha yang saling melengkapi dan saling menguntungkan baik dengan sesama Gerakan Koperasi maupun Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Usaha Milik Swasta, dalam rangka menunjang pembangunan tatanan Perekonomian Nasional.
  4. Pengurus merumuskan dan menetapkan uraian tugas serta mekanisme pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengelolaan usaha.

Pasal 31

Selain tugas-tugas pokok seperti yang tersebut dalam Pasal 18 ayat (1) Anggaran Dasar KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, Pengurus mempunyai kewajiban-kewajiban sebagai berikut :

  1. Menyediakan prasarana dan sarana usaha yang memadai untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan dibidang organisasi dan usaha sesuai dengan kebijakan pelaksanaan yang ditetapkan
  2. Menunjukkan keteladanan dan memberikan pengarahan-pengarahan kepada Pengelolah dan Karyawan guna meningkatkan produktifitas dan efisiensi
  3. Melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaan :
  1. Kegiatan dibidang operasional usaha, termasuk yang menyangkut pemanfaatan secara optimal Sarana Usaha, Permodalan dan Sumber Daya Manusia.
  2. Kegiatan dibidang penyelenggaraan organisasi termasuk yang menyangkut tugas-tugas kesekretariatan, Ketertiban Administrasi Organisasi, Penyusunan Laporan-laporan, Pembinaan Anggota dan hubungan Kelembagaan dengan pihak luar
  1. Mengadakan rapat-rapat intern dalam rangka pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan pelaksanaan, atau dalam rangka evaluasi atas pelaksanaan kegiatan operasional di bidang Organisasi dan Usaha serta menghadiri rapat dengan lembaga/instansi yang ada kaitannya dengan usaha-usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Menghadiri Rapat Anggota dan atau pertemuan-pertemuan lainnya yang diselenggarakan oleh anggota serta memberikan pengarahan-pengarahan dibidang Organisasi dan Usaha.
  3. Membina hubungan Kelembagaan Koperasi dan Instansi terkait yang ada hubungannya dengan pengembangan usahausaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  4. Menunjang kelancaran pelaksanaan tugas-tugas Pengawas dalam kegiatan pengawasan intern.
  5. Menumbuhkan dan memelihara keserasian kerja dan hubungan yang harmonis, baik antara sesama Pengurus, maupun Antara Pengurus dengan Pengawas dan antara Pengurus dengan Pengelolah serta Karyawan ;
  6. Memberikan teguran/peringatan atau tindakan-tindakan lainnya terhadap Manager dalam hal yang bersangkutan lalai dalam menjalankan tugas-tugasnya.
  7. Menetapkan Kebijakan dan atau mengambil Keputusan sesuai dengan Kesepakatan Bersama dalam Rapat Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  8. Menetapkan biaya atas pemanfaatan Lembaga/Tenaga Ahli yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan kegiatan perencanaan penyusunan sistem prosedur serta audit
  9. Menetapkan Keputusan untuk menerima atau menolak permintaan menjadi Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  10. Mempersiapkan bahan-bahan dan atau segala hal baik yang menyangkut penyelenggaraan Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI maupun yang bertalian dengan pemberian keterangan yang diminta Pemerintah.
  11. Memelihara segala catatan-catatan mengenai Harta Kekayaan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  12. Menyampaikan laporan-laporan dalam Rapat Intern tentang perkembangan kegiatan yang berhubungan dengan Kedudukan Pengurus sebagai Komisaris diperusahaan patungan dan atau dalam Kedudukannya sebagai Pengurus/Pengawas pada Koperasi lain dimana KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI menjadi anggota.
  13. Bertanggung jawab terhadap pengamanan, pengelolaan keuangan, dan perbendaharaan yang menyangkut aspek liquiditas pendanaan, neraca rugi/laba, dokumentasi, harta kekayaan (asset) dan pengamanan aspek yuridis ;
  14. Bertanggung jawab terhadap pengamanan dan menyelamatkan dokumen penting dan kertas-kertas berharga yang dimiliki oleh KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 32

Pengurus mempunyai wewenang :

  1. Menetapkan Peraturan dan atau Kebijakan Kelembagaan, Usaha dan Keuangan ;
  2. Mencabut atau menyempurnakan peraturan dan atau Kebijakan yang dianggap tidak sesuai lagi dan Menetapkan peraturan dan atau kebijakan yang belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  3. Mengangkat Manager untuk mengelola Usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja ;er
  4. Memutasikan Manager dalam rangka penyegaran efisiensi dan peningkatan produktifitas kerja .
  5. Memberhentikan Manager dalam hal Manager tidak mentaati peraturan isi perjanjian kerja .
  6. Memberhentikan Karyawan yang tidak mentaati Peraturan yang berlaku di KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI atas usul Manager
  7. Memberi Kuasa pada Manager dan atau kepada Lembaga/Tenaga Ahli dibidangnya, melakukan Perbuatan Hukum untuk dan atas nama KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  8. Menunjuk Anggota Pengurus, Manager dan Karyawan mewakili KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI untuk duduk sebagai Komisaris Direksi dalam Perusahaan Patungan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  9. Dalam hal-hal tertentu Pengurus mengesahkan dan atau menandatangani surat-surat Perjanjian dan Dokumen-dokumen Berharga yang menyangkut Penyelenggaraan organisasi dan usaha. Dokumen kepemilikan harta benda KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI atas nama pribadi seseorang Pengurus, harus disertai Surat Pernyataan dari Pengurus yang bersangkutan bahwa harta benda tersebut adalah milik KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI. Surat Pernyataan harus ditandatangani oleh seluruh Ahli Waris dan dibuat dihadapan Notaris .
  10. Menetapkan pembukaan dan penutupan Kantor Perwakilan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI di Luar Daerah .
  11. Mengambil Keputusan dalam hal yang berkaitan dengan penyertaan pada Perusahaan Patungan.

Pasal 33

Selain hak-hak tersebut dalam pasal 18 ayat (3) Anggaran Dasar KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, Pengurus mempunyai hak :

  1. Memperoleh fasilitas kerja yang memadai
  2. Memperoleh bagian dari Sisa Hasil Usaha yang besarnya sesuai dengan keputusan Rapat Anggota Tahunan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 34

  1. Rapat-rapat Pengurus terdiri dari :
    1. Rapat Pengurus, yaitu Rapat antara Sesama Pengurus atau Antara Pengurus dengan Direksi yang diadakan setiap saat bilamana diperlukan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan.
    2. Rapat Pleno Pengurus, yaitu Rapat antara Pengurus, Pengawas dan Manager yang diadakan setiap saat bilamana diperlukan, sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali dalam setahun
    3. Rapat Bersama Pengawas, yaitu Rapat antara Pengurus dengan Pengawas yang diadakan atas permintaan Pengurus dan atau atas permintaan Pengawas
  2. Risalah dan Keputusan Rapat, disampaikan kepada Perserta Rapat selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah rapat, dan dievaluasi pada rapat berikutnya.

 

Pasal 35

Dalam hal terjadinya penggantian Pengurus, maka sekurang-kurangnya 2 (dua) orang dari jumlah Pengurus Lama dapat tetap duduk sebagai Anggota Pengurus Baru.

Pasal 36

  1. Penunjukan Wakil KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang akan duduk sebagai Komisaris dalam Perusahaan Patungan atau hasil kerjasama antara KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dengan Badan Usaha lain, harus diupayakan dari Pengurus, Anggota atau orang yang ditunjuk oleh Pengurus yang memiliki keahlian dibidang usaha yang akan dilaksanakan oleh perusahaan yang bersangkutan.
  2. Kriteria dan tata cara penunjukan Wakil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal ini ditetapkan dalam Peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 37

  1. Apabila pemilihan Pengurus dilaksanakan dengan Sistem Formatur maka jumlah Anggota Formatur paling banyak 5 (lima) orang, yang terdiri dari 3 (tiga) orang dari Unsur Anggota , 1 (satu) orang dari Unsur Pengurus Lama dan 1 (satu) orang dari Unsur Pengawas Lama ;
  2. Seluruh Anggota Formatur dipilih oleh Rapat Anggota ;
  3. Apabila pemilihan Pengurus dilaksanakan secara langsung maka seluruh Pengurus dipilih langsung oleh Rapat Anggota ;

BAB VII

PENGAWAS

Pasal 38

Ketentuan mengenai Pengawas KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI adalah sebagai berikut :

  1. Pengawas adalah Perangkat Organisasi KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang bertanggung jawab kepada Anggota dalam Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Yang dapat dicalonkan menjadi Anggota Pengawas KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI adalah mereka yang berasal dari Pengurus Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  3. Calon Pengawas seperti tersebut dalam ayat (2) Pasal ini, harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
  1. Memenuhi persyaratan menjadi Pengawas seperti tersebut dalam Pasal 19 ayat (2) Anggaran Dasar KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Menunjukkan pengabdian dalam pengembangan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan Anggota ;
    1. Antara para Anggota Pengawas dan Anggota Pengurus atau Manager tidak boleh ada hubungan kekeluargaan sedarah sampai dengan derajat ke 3 (tiga) baik menurut garis kesamping atau hubungan semenda (menantu atau ipar) dan mertua .
    2. Anggota Pengawas yang telah habis masa jabatannya dapat dipilih kembali, sepanjang dicalonkan oleh Anggota.

Pasal 39

  1. Dalam susunan Keanggotaan Pengawas tidak boleh terdapat 2 (dua) orang Pengawas yang berasal dari 1 (satu) Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  2. Anggota Pengawas dan Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI tidak boleh berasal dari Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang sama.

Pasal 40

Pemilihan Anggota Pengawas KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, dilaksanakan dalam Rapat Anggota secara langsung atau menggunakan Sistem Formatur dengan mandat penuh.

Pasal 41

  1. Sebelum menjalankan tugas/kewajiban, Pengawas wajib mengucapkan Sumpah/Janji dengan kata-kata sebagai berikut :

Demi Allah Saya bersumpah :

Bahwa Saya dalam melaksanakan tugas / kewajiban sebagai Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI akan selalu berpegang teguh pada ketentuan dalam Undang-undang Perkoperasian dan Peraturan Pelaksanaannya Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan-peraturan yang berlaku bagi KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Bahwa Saya dalam melaksanakan tugas/kewajiban sebagai Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, selalu berusaha sehingga kepentingan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI beserta Anggota-anggotanya mendapat pelayanan sebaik-baiknya.

Bahwa Saya dalam melaksanakan tugas/kewajiban sebagai Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, menjauhkan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan Gerakan Koperasi pada umumnya dan Induk KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI pada khususnya ;

  1. Pengucapan Sumpah/Janji Pengawas dilaksanakan Didepan Rapat Anggota dengan disaksikan oleh Pimpinan Sidang. Apabila karena sesuatu dan lain hal, sehingga pengucapan Sumpah/Janji Pengawas terpaksa tidak dapat dilaksanakan di depan Rapat Anggota, maka pengucapan Sumpah/Janji Pengawas dapat dilakukan dengan disaksikan 1 (satu) orang Pengurus dan 1 (satu) orang Anggota.
  2. Tiap Pengawas yang telah mengucapkan Sumpah/Janji termasuk Saksi-saksi harus membubuhkan tanda tangan diatas Naskah Berita Acara pengucapan sumpah/janji
  3. Berita Acara pengambilan Sumpah/Janji Pengawas dibuat dalam rangkap 2 (dua), pertama untuk KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, kedua untuk Pengawas yang mengucapkan Sumpah/Janji.

Pasal 42

  1. Pengawas KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI bertugas mengamankan Keputusan Rapat Anggota, baik dibidang Kelembagaan, Usaha dan Keuangan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, yang meliputi:
  2. Tugas-tugas Pengawas seperti tersebut dalam ayat (1) Pasal ini, dilaksanakan dengan pemberitahuan kepada Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dengan mekanisme kerja pengawasan yang dituangkan dalam Program Kerja Tahunan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  1. Pengamanan pelaksanaan Keputusan Rapat Anggota dan Kebijakan Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  2. Pengamanan terhadap pelaksanaan usaha-usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI terutama yang berkaitan dengan pelayanan kepada Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan Gerakan Koperasi ;
  3. Pengamanan terhadap penyelenggaraan Buku-buku Administrasi Organisasi KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  4. Pengamanan terhadap pemeliharaan catatan inventaris dan harta kekayaan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI

Pasal 43

Pengawas berkewajiban :

  1. Melakukan pengawasan sepanjang tahun dan menyampaikan hasilnya kepada Pengurus sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali dalam periode tahun berjalan atau sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  2. Menyusun Laporan Pengawasan dan menyampaikan didepan Rapat Anggota setelah dibahas terlebih dahulu Bersama Pengurus.
  3. Menyampaikan kepada Pengurus kekurangan-kekurangan atau penyimpangan-penyimpangan yang ditemukan dalam Pelaksanaan Pengawasan serta memberikan saran-saran dan usulan-usulan perbaikan dan penaggulangannnya ;
  4. Menghadiri Rapat Pengawas, dan Rapat Pleno Pengurus dengan Pengawas dan Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI baik yang diminta oleh Pengurus maupun yang diminta oleh Pengawas .
  5. Merahasiakan hasil pelaksanaan tugasnya terhadap Pihak Ketiga.

Pasal 44

Untuk memperlancar pelaksanaan tugasnya, Pengawas mempunyai Wewenang :

  1. Meminta keterangan dari Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, mengenai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan Rapat Anggota serta Peraturan yang berlaku .
  2. Dengan sepengetahuan Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, Pengawas dapat mengadakan pemeriksaan terhadap Manager dan Unit-Unit Pelaksanaan Operasional KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI melalui Manager sebagai usaha preventif terhadap hal-hal yang tidak dikehendaki .
  3. Bersama-sama Pengurus didalam Rapat Pleno, menyetujui Program Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI sebagai dasar pelaksanaan kerja Pengurus pada Tahun buku yang bersangkutan dalam hal rencana tersebut terlambat disahkan oleh Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 45

  1. Pengawas bertanggung jawab kepada Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI mengenai hal-hal yang telah diamanatkan oleh Rapat Anggota .
  2. Pertanggung jawaban seperti tcrsebut dalam ayat (1) Pasal ini harus disusun dalam bentuk Buku Laporan Pengawas KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI .
  3. Pengawas KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI tidak dikenakan kewajiban menanggung terhadap kerugian yang dialami oleh KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI kecuali jika kerugian yang dialami akibat kelalaian Pengawas dalam melakukan Pengawasan.

Pasal 46

Pengawas KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI mempunyai Hak :

  1. Memperoleh penjelasan/keterangan yang diperlukan dan bantuan atau kemudahan, dari Pengurus dalam melaksanakan tugas-tugas .
  2. Memperoleh Imbalan Jasa yang besarnya ditetapkan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahunan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  3. Menerima pembagian Sisa Hasil Usaha yang besarnya diputuskan oleh Rapat Anggota Tahunan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

BAB VIII

PENASEHAT

Pasal 47

  1. Penasehat memiliki syarat keahlian tertentu di bidang Perkoperasian, Usaha, Keuangan dan Hukum.
  2. Penasehat tidak menerima gaji akan tetapi dapat diberikan uang jasa sesuai Keputusan Rapat Anggota.

 

 

 

 

BAB IX

STAF AHLI

Pasal 48

  1. Mempunyai keahlian di bidang Perkoperasian, Usaha Keuangan dan Manajemen serta memiliki pengalaman yang luas tentang KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Staf Ahli diangkat oleh dan bertanggung jawab langsung kepada Pengurus.
  3. Staf Ahli berhak menerima imbalan jasa yang besarnya ditetapkan dalam Peraturan Khusus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI,

BAB X

DIREKSI DAN KARYAWAN

Pasal 49

  1. Manager adalah Kuasa Pengurus, dan bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Untuk menjabat Manager adalah tenaga yang profesional dibidang usaha, dan memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ;
  2. Warga Negara Indonesia yang memiliki ahlak dan moral yang tinggi serta jasmani yang sehat ;
  3. Memiliki wawasan dan pengetahuan luas dibidang Perkoperasian serta mempunyai keahlian dan ketrampilan dibidang Manejemen dan Usaha ;
  4. Tidak pernah melakukan tindakan dan kegiatan yang merugikan Negara Republik Indonesia atau Gerakan Koperasi dan tidak pernah melakukan tindakan, tercela dalam dunia usaha serta tidak pernah melakukan Tindak Pidana ;
  5. Mempunyai pendidikan yang cukup dan pengalaman kerja dibidangnya ;
  6. Harus berkerja secara penuh, tidak memimpin dan merangkap pekerjaan serta jabatan pada perusahaan lain yang tidak ada kaitannya dengan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  7. Berdomisili ditempat Kedudukan Kantor Pusat KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan bersedia mengikat Kontrak Kerja dengan Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang intinya ;
  1. Memimpin dan melakukan kegiatan usaha yang menguntungkan sesuai dengan Program Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja yang telah disahkan oleh Rapat Anggota ;
  2. Menyediakan Agunan atau Jaminan berupa Harta Benda baik bergerak maupun tidak bergerak ;
  3. Tidak memiliki usaha pribadi yang sejenis dengan usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI;
  4. Menerima penghasilan tetap bulanan, bonus tahunan dan SHU yang diambil dari keuntungan usaha sesuai dengan Kontrak Kerja ;
  5. Membimbing dan mengadakan Kerja Sama Usaha dengan Anggota dan juga dengan Mitra Usaha lainnya.
  6. Antara para Manager dengan Pengurus/Pengawas tidak boleh ada hubungan kekeluargaan sedarah sampai derajat ketiga baik menurut garis lurus maupun garis samping atau hubungan semenda (menantu, ipar, mertua)

Pasal 50

  1. Susunan Manager terdiri dari seorang Manager Umum, dan beberapa orang Manager Pengelolah, sesuai dengan perkembangan usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  2. Manager KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI diangkat dan diberhentikan oleh serta bertanggung jawab kepada Pengurus, baik secara bersama-sama atau sendiri-sendiri .
  3. Manager harus dapat menunjukkan prestasi kerja yang tinggi dan keberhasilan dalam mencapai sasaran dan target usaha yang ditetapkan dalam Program Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja yang telah disahkan oleh Rapat Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  4. Manager dapat ditunjuk untuk duduk sementara waktu sebagai Direksi pada Perusahaan. Patungan atas persetujuan Pengurus.

Pasal 51

  1. Pembagian tugas dari para anggota-anggota Manager ditentukan oleh Manager Umum
  2. Setiap anggota Direksi dalam batasan tugas dan wewenangnya berhak mengangkat seorang atau lebih sebagai kuasa untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu dan untuk maksud itu mengeluarkan suatu kuasa tertentu yang memberikan wewenang kepada kuasa-kuasa itu untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu.

Pasal 52

  1. Sebelum melakukan tugas dan kewajibannya, Manager wajib diambil Sumpah/Janji dengan kata-kata sebagai berikut :

Demi Allah, Saya bersumpah :

Bahwa Saya dalam melaksanakan tugas/kewajiban sebagai Induk KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, akan selalu berpegang teguh pada ketentuan dalam Undang-Undang Perkoperasian dan Peraturan Pelaksanaannya Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan-Peraturan yang berlaku bagi KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Bahwa Saya dalam melaksanakan tugas/kewajiban sebagai KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI beserta Anggota-anggotanya mendapat pelayanan sebaik-baiknya.

Bahwa saya melaksanakan tugas/kewajiban sebagai …….., KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI menjauhkan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan Gerakan Koperasi pada umumnya dan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI pada khususnya.

  1. Berita Acara pengambilan Sumpah/Janji Direksi dibuat dalam rangkap 2 (dua), pertama untuk Pengurus, kedua untuk Anggota Manager yang mengucapkan Sumpah/Janji.

Pasal 53

Manager mempunyai kewajiban sebagai berikut :

  1. Melaksanakan Kebijaksanaan umum, Pengelolaan Usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dengan berpedoman kepada Garis-Garis Besar Kebijakan Umum yang ditetapkan Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  2. Menghadiri pertemuan berkala yang diselenggarakan Pengurus .
  3. Membina dan mengembangkan Karyawan/Karyawati terutama yang berkaitan dengan Kegiatan Usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, agar dapat bekerja secara efisien, efektif dan produktif .
  4. Menyusun Rancangan Program Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya dan menyampaikannya kepada Pengurus untuk diajukan ke Rapat Anggota Program .
  5. Melaksanakan Program Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja yang telah disahkan oleh Rapat Anggota Program KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  6. Memelihara dan mengamankan Harta Kekayaan (asset) milik KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI untuk digunakan dalam pelaksanaan operasioanal usaha-usaha ;
  7. Mengembangkan Usaha-usaha dengan Anggota sebagai satu kesatuan pengelolaan usaha yang utuh, dengan tetap mempertimbangkan aspek kelayakan ekonomi, efisiensi dan kebutuhan Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  8. Membina hubungan internal yang harmonis.
  9. Melakukan perluasan usaha-usaha dengan tetap berpedoman kepada Program Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI
  10. Mengusulkan kepada Pengurus mengenai pembukaan dan atau penutupan Kantor Perwakilan Usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI di Luar Daerah
  11. Mengusulkan kepada Pengurus tentang pengangkatan dan pemberhentian Karyawan
  12. Menyampaikan Laporan Realisasi Usaha secara tertulis kepada Pengurus sekurang-kurangnya satu kali dalam 1 (satu) bulan ;
  13. Menanggung penuh atas kerugian usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang diakibatkan oleh kesalahannya.
  14. Memegang teguh segala rahasia KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 54

Manager mempunyai wewenang sebagai berikut :

  1. Menyusun Rancangan Peraturan tentang Kepegawaian KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI untuk mendapatkan pengesahan dari Pengurus dan Instansi terkait ;
  2. Dalam batasan-batasan kewenangan yang ditetapkan oleh Pengurus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, Direksi berwewenang untuk menolak atau menyetujui Usulan Proyek (Project Proposal) yang diajukan oleh Anggota dan atau Mitra Usaha melalui Pengurus.

Pasal 55

Manager mempunyai hak sebagai berikut :

  1. Menerima Penghasilan Tetap, Bonus, Sisa Hasil Usaha dan Fasilitas Kerja dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas-tugasnya .
  2. Pelaksanaan Ketentuan pada ayat (1) Pasal ini diatur lebih lanjut dalam Kontrak Kerja.

Pasal 56

Ketentuan lebih lanjut tentang Tugas, Kewajiban, Tanggung jawab, Wewenang dan Hak Manager diatur dalam suatu Peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang ditetapkan oleh Pengurus.

Pasal 57

Pengangkatan Manager diutamakan dari kalangan Karyawan  KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan apabila tidak dimungkinkan dapat mcngangkat Tenaga Profesional dari luar.

Pasal 58

  1. Pembinaan Karyawan pada prinsipnya menjadi tugas dan tanggung jawab Manager yang pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Perusahaan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Pelangaran Hukum oleh Karyawan baik disengaja atau tidak yang menimbulkan kerugian terhadap Usaha KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan citra Gerakan Koperasi harus diselesaikan menurut hukum yang berlaku.
  3. Ketentuan lebih lanjut tentang Tugas, Kewajiban, tanggung jawab, Wewenang dan Hak Karyawan diatur dalam Peraturan Perusahaan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.

BAB XI

SANKSI

Pasal 59

  1. Terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Anggota, Pengurus, Pengawas dapat dikenakan Sanksi Administratif berupa:
    1. Bagi Pengurus/Pengawas yang dikenakan tindakan pemberhentian sementara kepada yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengadakan pembelaan diri dihadapan Rapat Anggota sesuai dengan Ketentuan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI serta Perundang-undangan yang berlaku.
    2. Rapat Anggota dapat memberhentikan Anggota, Pengurus dan Pengawas apabila mereka:
    3. Pengurus dapat memberhentikan Direksi dan Staf Ahli apabila terbukti melanggar ketentuan dalam Kontrak Kerja.
    4. Pengurus dapat memberhentikan Karyawan sesuai dengan Ketentuan dalam Peraturan Perusahaan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
    5. Terhadap pelanggaran yang menyebabkan kerugian material bagi KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI maka pelanggar diwajibkan membayar ganti rugi dan dapat diajukan ke pengadilan.
  1. Peringatan lisan atau tulisan
  2. Pemberhentian sementara
  1. Terbukti melakukan tindakan yang merugikan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dan atau Gerakan Koperasi.
  2. Tidak mentaati Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang berlaku serta merusak citra koperasi.
  3. Apabila yang bersangkutan tidak terbukti melakukan pelanggaran, maka Rapat Anggota dapat merehabilitasi dan mengembalikan segala hak-hak yang bersangkutan.

BAB XII

SIMPANAN-SIMPANAN

Pasal 60

  1. Simpanan Pokok sebesar Rp. 100.000,- (Seratus Ribu rupiah), harus dilunasi sekaligus selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah pemberitahuan diterima menjadi Anggota.
  2. Simpanan Wajib terdiri dari:
  3. Disamping Simpanan Wajib pada ayat (2) pasal ini diadakan Simpanan Sukarela untuk meningkatkan permodalan yang jadwal serta pembayaran dan pengembalian diatur dalam Peraturan Khusus KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIR
  4. Apabila selama 3 (tiga) bulan berturut-turut Anggota tidak membayar Simpanan Wajib, maka hal ini dapat mempengaruhi Kondite dan apabila hal demikian berlangsung selama 6 (enam) bulan berturut-turut meskipun telah diperingatkan secara teryulis oleh Pengurus, maka pengurus dapat memberikan sanksi, sesuai dengan pasal 13 ayat (9) Anggaran Rumah Tangga KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  5. Pengembalian Simpanan Pokok, Simpanan dari anggota yang diberhentikan menurut ketentuan pasal 13 ayat (9) Anggaran Rumah Tangga KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dilakukan paling cepat pada akhir Tahun Buku dari tahun diberhentikannya anggota tersebut dari keanggotaan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI.
  6. Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib dicatat dalam Buku Daftar Simpanan Anggota KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI yang dipegang oleh masing-masing.
  1. Simpanan Wajib Tetap, dibayar setiap bulan yang jumlahnya sama setiap anggota, yaitu sebesar Rp. 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah).
  2.  Simpanan-simpanan lainnya yang dikaitkan dengan hubungan usaha dengan KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dengan anggota yang jumlahnya diatur dalam Perjanjian Kerjasama usaha dan pembayarannya dilaksanakan pada akhir perhitungan pembagian keuntungan.

 

 

Komentar ditutup.