Anggaran Dasar Koptan Amal Bakti Mandiri

Posted: Agustus 29, 2011 in Koperasi Tani ,Amal Bakti Mandiri

ANGGARAN DASAR

KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI

MUKADDIMAH

Bahwa kemerdekaan merupakan jembatan emas untuk mencapai cita-cita kemerdekaan yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

Bahwa para Bapak Pendiri Bangsa kita telah meletakkan dasar pembangunan ekonomi untuk mencapai masyarakat adil dan makmur seperti tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat (1) dengan penjelasan : ” Didalam pasal tersebut tercantum dasar demokrasi ekonomi, yaitu produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan bangun perusahaan yang sesuai untuk itu ialah Koperasi.”

Bahwa Bung Hatta, Bapak Koperasi, sebagai Konseptor Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, setelah memperhatikan dengan seksama dan melihat kenyataan penderitaan rakyat Indonesia sebagai akibat Kemiskinan Stuktural yang disebabkan oleh sistem ekonomi Kolonial Belanda, menyatakan bahwa ” Hanya dengan berkoperasi kita dapat menarik rakyat Indonesia dari lumpur kemiskinan.”

Bahwa setelah mengikuti dengan seksama jalannya pembangunan ekonomi pada masa lalu, dan pembangunan Koperasi pada umumnya serta pembangunan Koperasi Tani pada khususnya, menunjukkan bahwa pembangunan tersebut belum sesuai dengan amanah Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Koperasi adalah merupakan bangun perusahaan yang sesuai dengan amanah Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dijadikan sebagai pelaku ekonomi pinggiran atau dipinggirkan. Berdasarkan kondisi tersebut maka dalam era reformasi ini KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI dengan seluruh jajarannya bertekad bulat untuk tampil sebagai pelaksana pembangunan perekonomian nasional dengan memainkan peranan yang sesungguhnya yang berorientasi pada pembangunan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada Agribisnis dan Agro Industri serta membuka pasar atau produk Perkebunan baik di dalam dan di luar negeri dengan mengkaitkannya secara lengkap melalui kerjasama yang solid dan sinergik dengan kegiatan ekonomi warga koperasi Tani sebagai konsumen.

Bahwa berdasarkan jaringan organisasi dan asset meterial dan non-material yang telah dimiliki KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI serta berbagai peluang usaha yang tersedia di era reformasi, KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI  beserta jajarannya bertekad untuk selalu tampil dan berada di dalam ”PEMBANGUNAN EKONOMI KERAKYATAN” serta dapat menjadi salah satu pelaku utama perekonomian nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI akan selalu berupaya memberdayakan anggotanya sebagai daya dukung utama bagi usaha-usaha bersekala besar yang akan dibangun dan dikembangkan baik yang berada di hulu maupun di hilir.

Bahwa berdasarkan paradigma tersebut di atas, maka dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI yang memuat ketentuan-ketentuan tentang jenis usaha yang berorientasi jauh ke depan serta menetapkan perangkat Organisasi Kelembagaan yang lengkap dan memadai sehingga mampu menjawab tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif. Penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut dimaksudkan pula untuk meningkatkan kemampuan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI menangkap peluang-peluang usaha yang muncul sebagai akibat dari kebijakan Pemerintah di era reformasi ini yang diantaranya menyangkut kebijakan redistribusi asset nasional dan kebijakan-kebijakan lain di bidang Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, Distribusi, Industri Kebutuhan Pokok, Sarana Produksi Pertanian, Permodalan, serta Perdagangan Ekspor dan Impor.

ANGGARAN DASAR

BAB I

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

1)      Koperasi ini bernama KOPERASI TANI AMAL BAKTI MANDIRI, disingkat ” KOPTAN ABM”, merupakan Koperasi Primer dan selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI

2)      KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI berkedudukan di Desa Duampanua Kec.Anreapi Kab.Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.

3)      KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI  dapat membuka perwakilan di Luar Negeri, berdasarkan Keputusan Rapat Anggota.

BAB II

LANDASAN, ASAS DAN PRISIP

Pasal 2

KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Pasal 3

  1. KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI melakukan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Koperasi, yaitu :
  2. KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI sebagai badan usah dalam melaksanakan usaha berdasarkan prinsip-prinsip: kebersamaan, effisiensi, profesionalisme dan saling menguntungkan serta meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.
  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka;
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis;
  3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota;
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal;
  5. Kemandirian;
  6. Pendidikan perkoperasian bagi anggota;
  7. Kerjasama antar koperasi;

BAB III

MAKSUD, TUJUAN DAN USAHA

Pasal 4

Maksud dan tujuan dari KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI adalah memajukan kelembagaan dan kegiatan usaha anggota dan jajarannya.

Pasal 5

  1. Untuk mencapai maksud dan tujuan sebagaimana dimaksud Pasal 4, maka KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI menyelenggarakan usaha yang berkaitan dengan kegiatan usaha anggota antara lain:
  2. Dalam hal kelebihan kemampuan pelayanan kepada anggota, KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dapat membuka peluang usaha dengan non anggota.
  1. Simpan pinjam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  2. Pengadaan dan penyaluran barang-barang kebutuhan anggota;
  3. Kegiatan usaha dalam bidang agro bisnis dan industri (pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan);
  4. Kegiatan usaha lainnya sesuai dengan kebutuhan anggota;
  5. Kegiatan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi anggota.

3.  Dalam melaksanakan kegiatan usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dapat membentuk unit-unit usaha baik di dalam maupun di luar negeri.

4.  Dalam melaksanakan kegiatan usahanya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sampai dengan (3) Pasal ini, KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dapat melakukan kerjasama dengan Koperasi dan Badan Usaha lain, baik di dalam maupun di luar negeri.

BAB IV

KEANGGOTAAN

Pasal 6

Yang dapat diterima menjadi anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI, adalah Seluruh Petani dan Anggota Kelompok Tani Kakao yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Menyetujui Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan yang berlaku dalam KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  2. Telah melunasi Simpanan Pokok sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Simpanan Wajib sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Rumah Tangga KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 7

  1. Keanggotaan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI sah jika simpanan pokok telah dilunasidan menandatangani buku daftar anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Keanggotaan tidak dapat dipindah tangankan kepada Badan Hukum-badan hukum lain manapun dengan cara apapun.

Pasal 8

  1. Keanggotaan berakhir apabila:
    1. Anggota yang diberhentikan oleh pengurus dapat membela diri dalam Rapat Anggota
    2. Berahirnya keanggotaan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI sebagaimana tersebut dalam ayat (1) Pasal ini setelah namanya dihapus dari Buku Daftar Anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
    3. Anggota yang berhenti akan menerima kembali simpanan-simpanan yang telah dibayar dan hak-hak lainnya setelah dikurangi kewajiban yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga atau Peraturan Khusus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dan membayar penggantian keuangan yang ditimbulkan olehnya.
  1. Koperasi yang bersangkutan bubar atau dibubarkan oleh pemerintah;
  2. Berhenti atas kehendak sendiri;
  3. Diberhentikan oleh pengurus karena tidak memenuhi lagi syarat keanggotaan dan atau melanggar ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan lainnya yang berlaku dalam KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.

Pasal 9

Setiap anggota berkewajiban:

  1. Membayar simpanan pokok dan simpanan wajib pada KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI sesuai ketentuan yang diputuskan Rapat Anggota;
  2. Menggunakan jasa usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI untuk memenuhi kebutuhannya;
  3. Berperan serta mengembangkan usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI (berpartisipasi aktif).
  4. Mentaati ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Rapat Anggota dan ketentuan-ketentuan lainnya yang berlaku dalam KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  5. Memelihara nama baik, persatuan dan kesatuan serta keutuhan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  6. Menanggung kerugian usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI secara terbatas maksimal sebesar simpanan pokok dan simpanan wajib.

 

 

 

Pasal 10

Setiap anggota berhak:

  1. Mendapatkan pelayanan yang sama dalam memanfaatkan jasa usaha dan menikmati hasil usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI sesuai dengan partisipasi dan jasa pada KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  2. Menghadiri setiap Rapat Anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  3. Mempergunakan  Hak bicara dan hak suara;
  4. Memilih dan dipilih menjadi Pengurus atau Pengawas KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  5. Mengetahui keadaan organisasi dan usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  6. Mengajukan pendapat, saran dan usul untuk memperbaiki KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI

BAB V

RAPAT ANGGOTA

Pasal 11

  1. Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Rapat Anggota berwenang menetapkan:
  3. Rapat Anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI terdiri dari:
  4. Rincian tentang syarat-syarat dan tata tertib setiap jenis Rapat Anggota seperti tersebut dalam ayat (3) pasal ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  5. Setiap anggota mempunyai hak suara yang sama dalam Rapat Anggota yaitu satu anggota satu suara.
  6. Tempat, tanggal acara Rapat Anggota harus sudah disampaikan terlebih dahulu kepada anggota  sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari sebelum pelaksanaan Rapat Anggota.
  1. Anggaran Dasar;
  2. Kebijakan umum dibidang organisasi manajemen dan usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  3. Pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian pengurus dan pengawas;
  4. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI, serta pengesahan laporan keuangan;
  5. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas dalam pelaksanaan tugasnya;
  6. Pembagian Sisa Hasil Usaha;
  7. Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  1. Rapat Anggota Tahunan
  2. Rapat Anggota Program
  3. Rapat Anggota Khusus
  4. Rapat Anggota Luar Biasa

Pasal 12

  1. Rapat Anggota sah jika dihadiri lebih dari setengah jumlah anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Apabila Rapat Anggota tidak dapat berlangsung karena tidak memenuhi  ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) maka rapat ditunda untuk paling lama 7 (tujuh) hari dan bila pada rapat kedua tetap tidak tercapai syarat tersebut ayat (1) dalam pasal ini maka Rapat Anggota dapat berlangsung dan keputusannya sah serta mengikat anggota.
  3. Keputusan Rapat Anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat.
  4. Dalam hal tidak tercapai mufakat maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dari anggota yang hadir.
  5. Anggota yang tidak hadir tidak dapat mewakilkan suaranya kepada anggota yang lain.

Pasal 13

  1. Perubahan Anggaran Dasar dilakukan dalam Rapat Anggota Khusus yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 1/3 daripada jumlah anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dan keputusannya harus disetujui oleh 2/3 dari jumlah anggota yang hadir.
  2. Perubahan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dilakukan dalam Rapat Anggota Khusus yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 daripada jumlah anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI, dan keputusannya harus disetujui oleh 2/3 dari jumlah anggota yang hadir.

Pasal 14

  1. Rapat Anggota dipimpin oleh pengurus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI yang terdiri dari Ketua Sidang dan Sekretaris Sidang;
  2. Setiap Rapat Anggota harus dibuat Berita Acara Rapat yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Sidang.
  3. Keputusan Rapat Anggota ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Sidang.

BAB VI

PENGURUS

Pasal 15

  1. Pengurus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI terdiri dari unsur:
  2. Pengurus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota.
  3. Yang dapat dipilih menjadi pengurus ialah yang memenuhi syarat-syarat antara lain:
  1. Ketua
  2. Sekretaris
  3. Bendahara
  1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memiliki sifat kejujuran dan keterampilan kerja.
  3. Mempunyai pengetahuan yang luas tentang perkoperasian dan dunia usaha.
  4. Tidak pernah melakukan tindakan atau kegiatan yang merugikan Negara Republik Indonesia dan atau Gerakan Koperasi serta tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana ekonomi.
  5. Mempunyai pengalaman minimal 2 (dua) tahun menjadi pengurus di Koperasi Anggota.
  6. Syarat-syarat lain yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 16

  1. Masa jabatan pengurus adalah 5 (lima) tahun dan setelah habis masa jabatannya dapat dipilih kembali.
  2. Rapat Anggota dapat memberhentikan pengurus setiap waktu bila terbukti bahwa:
  3. Bilamana seorang anggota pengurus berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, maka Rapat Pengurus dapat mengangkat penggantinya dengan cara mengangkat dari kalangan anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  4. Pengangkatan pengganti Anggota Pengurus yang berhenti sebagaimana dimaksud ayat (4) pasal ini dipertanggungjawabkan oleh pengurus dan dimintakan pengesahan dalam Rapat Anggota berikutnya.
  1. Pengurus melakukan kecurangan dan merugikan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Pengurus tidak mentaati Undang-undang Koperasi, Peraturan-peraturan pelaksanaannya, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan khusus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  3. Pengurus baik dalam sikap maupun tindakannya menimbulkan pertentangan dalam Gerakan Koperasi.
  4. Pengurus tidak royal lagi kepada KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dan anggota.
  5. Ternyata dikemudian hari terbukti tidak memenuhi syarat sebagaimana yang tersebut dalam pasal 15 ayat (3).

Pasal 17

  1. Pengurus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI berjumlah sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang.
  2. Pengurus yang telah diangkat dicatat dalam Buku Daftar Pengurus.

Pasal 18

  1. Tugas, Wewenang, Hak Kewajiban dan Tanggung jawab Pengurus:
    1. Pengurus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI mempunyai wewenang:
    2. Pengurus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI mempunyai hak:
  1. Memimpin organisasi dan usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI, melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI serta mewakili KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI di hadapan dan di luar pengadilan.
  2. Menyelenggarakan Rapat Pengurus dan Rapat Anggota serta mempertanggung jawabkan kepada Rapat Anggota mengenai pelaksanaan tugas kepengurusannya.
  3. Menyelenggarakan administrasi organisasi, yaitu antaralain:
  1. Buku Daftar Anggota untuk mencatat masuk dan keluar anggota pada waktunya;
  2. Buku Daftar Pengurus untuk mencatat saat mulai dan berhentinya jabatan pengurus;
  3. Buku Daftar Pengawas untuk mencatat saat mulai dan berhentinya jabatan pengawas;
  4. Kartu Tanda Anggota.
  5. Menyusun, mengajukan dan melaksanakan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  6. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris.
  7. Mengadakan dan melaksanakan upaya-upaya lain untuk mengembangkan usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI sesuai keputusan Rapat Anggota sepanjang  tidak merugikan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dan anggota.
  8. Memberikan penjelasan-penjelasan kepada anggota supaya ketentuan-ketentuan dala Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Khusus, Keputusan Rapat Anggota dan Keputusan Rapat Pengurus diketahui dan dimengerti oleh segenap anggota.
  9. Memelihara kerukunan antar anggota dan mencegah segala hal yang menyebabkan timbulnya perselisihan paham.
  1. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota.
  2. Mengangkat dan memberhentikan Direksi, Karyawan dan atau Pimpinan dari unit usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  3. Membuka cabang atau perwakilan usaha sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 5 Anggaran Dasar ini.
  4. Pengurus dapat meminta jasa audit kepada Koperasi Jasa Audit atau Akuntan Publik sesuai kemampuan dan tingkat perkembangannya.

Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Pengurus menerima imbalan jasa sesuai Keputusan Rapat Anggota.

  1. Pengurus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI berkewajiban untuk:
    1. Pengurus mempunyai Tanggung jawab:
  1. Melaksanakan Rapat Anggota untuk melaporkan pelaksanaan tugas kepengurusannya.
  2. Membantu pengawas dalam pelaksanaan pengawasan antara lain memberikan keterangan dan segala sesuatu tentang asset KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  3. Menanggung terhadap kerugian yang diderita oleh KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI sebagai akibat karena kesengajaan dan kelalaiannya;
  1. Jika kerugian yang timbul sebagai akibat kesengajaan dan kelalaian seorang atau beberapa anggota pengurus maka kerugian ditanggung oleh anggota pengurus yang bersangkutan.
  2. Jika kerugian yang timbul akibat kebijaksanaan yang telah diputuskan dalam Rapat Pengurus, maka semua anggota pengurus tanpa kecuali menanggung kerugian yang diderita KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  3. Pengurus sebelum memangku jabatannya wajib mengucapkan sumpah atau janji sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  4. Untuk melaksanakan Tugas, Wewenang dan Tanggung jawab seperti tersebut pada pasal 18 ayat (1) s/d (3), Pengurus wajib menyusun ketentuan mengenai pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab Anggota Pengurus.
  1. Setelah tahun buku KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI ditutup, pengurus menyampaikan laporan pertanggung jawaban kepada Rapat Anggota yang isinya sekurang-kurangnya:
  1. Laporan keuangan yang terdiri dari neraca akhir tahun buku yang baru lampau dan perhitungan Sisa Hasil Usaha serta arus kas dari tahun yang bersangkutan berikut penjelasannya.
  2. Keadaan dan usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI serta hasil usaha yang dicapai.
  3. Pertanggung jawaban sebagaimana dimaksud huruf a ayat (5) pasal ini ditandatangani oleh semua pengurus.
  4. Apabila salah seorang anggota pengurus tidak menandatangani laporan tahunan tersebut, anggota yang bersangkutan menjelaskan alasannya secara tertulis.
  5. Persetujuan terhadap laporan tahunan, termasuk pengesahan Laporan Keuangan, merupakan penerimaan pertanggung jawaban pengurus oleh Rapat Anggota. Dengan persetujuan ini membebaskan pengurus dari tanggung jawabnya pada tahun buku yang bersangkutan.

BAB VII

PENGAWAS

Pasal 19

  1. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota
  2. Yang dapat dipilih menjadi pengawas KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI adalah anggota yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  3. Mempunyai sifat kejujuran dan keterampilan kerja.
  4. Mengetahui pengetahuan yang luas tentang perkoperasian.
  5. Mempunyai pengetahuan dibidang keuangan dan audit.
  6. Tidak pernah melakukan tindakan yang merugikan Negara Republik Indonesia dan atau Gerakan Koperasi serta tidak pernah melakukan tindak pidana ekonomi.
  7. Mempunyai pengalaman minimal 2 (dua) tahun manjadi pengurus di Koperasi Anggota.
  8. Persyaratan lainnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.

 

  1. Pengawas terdiri sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang.
    1. Masa jabatan pengawas adalah 5 (lima) tahun, dan setelah habis masa jabatannya dapat dipilih kembali.

Pasal 20

Tugas, wewenang, hak, kewajiban dan tanggung jawab pengawas:

  1. Pengawas KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Pengawas KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI mempunyai wewenang:
    1. Meneliti catatan dan pembukuan yang ada pada KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
    2. Mendapat segala keterangan yang diperlukan.
    3. Memberikan koreksi, saran, teguran,dan peringatan kepada pengurus.
    4. Pengawas dapat meminta jasa audit kepada Akuntan Publik atau Koperasi Jasa Audit yang biayanya ditanggung oleh KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
    5. Biaya audit tersebut dimasukkan dalam Anggaran Biaya KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
    6. Pengawas KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI mempunyai hak:

Pengawas berhak menerima imbalan jasa sesuai Keputusan Rapat Anggota.

  1.  Pengawas KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI mempunyai kewajiban:
    1. Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.
    2. Setelah melakukan pemeriksaan wajib melaporkan pemeriksaan atau hasil temuannya kepada pengurus.
    3. Membuat laporan tertulis hasil pengawasannya pada Rapat Anggota.
  2. Pengawas mempunyai tanggung jawab:

Setelah Tahun Buku KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI ditutup pengawas menyampaikan laporan pertanggung jawaban pengawas terhadap Rapat Anggota.

BAB VIII

PENASEHAT

Pasal 21

  1. Pengurus dapat mengangkat penasehat demi kepentingan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Penasehat memberi nasehat pada pengurus untuk kemajuan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI baik diminta atau tidak diminta.
  3. Pengangkatan penasehat, sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, dilaporkan kepada Rapat Anggota.
  4. Ketentuan lebih lanjut mengenai penasehat diatur dalam Anggaran Rumah Tangga KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.

BAB IX

STAF AHLI

Pasal 22

  1. Pengurus mengangkat Staf Ahli untuk membantu pengurus dalam menjalankan fungsi dan tugas-tugas kepengurusannya.
  2. Ketentuan lebih lanjut mengenai Staf Ahli diatur dalam Anggaran Rumah Tangga KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.

BAB X

DIREKSI DAN KARYAWAN

Pasal 23

  1. Rencana pengangkatan direksi diajukan pada Rapat Anggota untuk memperoleh persetujuan
  2. Direksi diangkat oleh dan bertanggung jawab kepada pengurus.
  3. Susunan, persyaratan, tugas, wewenang hak dan kewajiban direksi diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
  4. Pengangkatan direksi serta hubungan kerja antara pengurus dan direksi dituangkan dalam Kontrak Kerja yang ditandatangani pengurus dan direksi yang bersangkutan.
  5. Khusus untuk Unit Simpan Pinjam sebagai unit otonom KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI, Direktur Unit Simpan Pinjam bertanggung jawab langsung kepada pengurus. Syarat-syarat pengelola disesuaikan dengan Peraturan Khusus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dengan tetap memperhatikan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 24

  1. Karyawan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI diangkat dan atau diberhentikan oleh pengurus KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI atas usul direksi, sedangkan alih tugas ditetapkan oleh direksi serta bertanggung jawab kepada direksi.
  2. Syarat-syarat untuk diangkat menjadi karyawan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI diatur lebih lanjut dalam Peraturan Perusahaan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.

BAB XI

TAHUN BUKU DAN PEMBUKUAN

Pasal 25

  1. Tahun Buku KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI adalah tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.
  2. KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI wajib menyelenggarakan pembukuan sesuai dengan standar akuntansi keuangan.

BAB XII

MODAL

Pasal 26

  1. KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI mempunyai modal yang diperoleh dari modal sendiri, modal pinjaman dan modal penyertaan.
  2. Modal sendiri bersumber dari:
  3. Modal pinjaman dapat berasal dari:
    1. Modal KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI yang berasal dari hibah atau donasi dari pihak ketiga merupakan bagian dari simpanan khusus anggota yang tidak dapat dibagikan dalam jangka waktu 15 tahun dan digunakan sebagai modal untuk mengembangkan usaha.
    2. Selain modal sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan (3) pasal ini KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dapat memupuk modal penyertaan yang berasal dari:
    3. Sebagian modal yang dimaksud dalam ayat (2) pasal ini, ditempatkan sebagai modal yang disetor pada Unit Simpan Pinjam KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI, yang besarnya ditatapkan sesuai keputusan Rapat Anggota.
  1. Simpanan pokok
  2. Simpanan wajib
  3. Dana cadangan
  4. Hibah
  1. Anggota
  2. Koperasi lainnya dan atau anggotanya
  3. Bank dan lembaga keuangan lainnya
  4. Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya
  5. Sumber lain yang sah
  1. Pemerintah
  2. Anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI
  3. Masyarakat
  4. Badan Usaha Milik Negara dan Swasta
  5. Badan-badan lainnya

Pasal 27

  1. Setiap anggota wajib membayar simpanan pokok sejumlah Rp. 100.000,- (Seratus Ribu rupiah)
  2.  Simpanan pokok dapat dibayar sekaligus atau secara angsuran yang besarnya ditetapkan di dalam Anggaran Rumah Tangga atau Peraturan Khusus.
  3. Setiap anggota diwajibkan untuk membayar simpanan wajib pada KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI yang besarnya ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga atau Peraturan Khusus.
  4. Setiap anggota dapat menyimpan dalam bentuk simpanan sukarala atau simpanan lainnya yang ketentuannya ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus.
  5. Uang simpanan pokok dan simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama masih menjadi anggota.

Pasal 28

  1. Dalam hal anggota berhenti karena bubar atau KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI bubar atau dibubarkan oleh Pemerintah, simpanan pokok, simpanan wajib dan hak-hak lainnya setelah dikurangi dengan bagian tanggungannya yang ditetapkan, dikembalikan kepada anggota yang berhak selambat-lambatnya satu bulan semenjak KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI bubar atau dibubarkan.
  2. Dalam hal anggota berhenti karena kehandak sendiri atau diberhentikan oleh pengurus, simpanan pokok dan simpanan wajib serta hak lainnya setelah dikurangi dengan bagian tanggungannya yang ditetapkan dikembalikan kepada anggota selambat-lambatnya dalam waktu satu bulan semenjak diberhentikan.

BAB XIII

JANGKA WAKTU BERDIRINYA

Pasal 29

KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI didirikan dalam jangka waktu yang tidak terbatas sesuai dengan maksud dan tujuan  sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 Anggaran Dasar ini.

BAB XIV

SISA HASIL USAHA

Pasal 30

  1. Sisa Hasil Usaha KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI merupakan pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya-biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
  2. Sisa Hasil Usaha setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI, serta digunakan untuk keperluan lain dari KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
  3. Besarnya pemupukan modal dan cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
  4.  Pembagian Sisa Hasil Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, prosentasinya diatur oleh Rapat Anggota sebagai berikut:
  1. Untuk dana cadangan
  2. Untuk dana anggota
  3. Untuk dana pengurus dan pengawas
  4. Untuk dana direksi dan karyawan
  5. Untuk dana pendidikan
  6. Untuk dana sosial

 

Pasal 31

Dana cadangan untuk keperluan perluasan usaha anggota dan jajarannya diputuskan dalam Rapat Anggota.

BAB XV

TABUNGAN ANGGOTA

Pasal 32

  1. Seluruh KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI wajib menanggung kerugian KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI yang timbul pada saat pembubaran dengan ketentuan pembebanannya terbatas pada simpanan pokok dan simpanan wajib yang telah dibayarkan.
  2. Tanggungan anggota yang timbul akibat kerugian pada penutupan tahun buku dibebankan kepada dana cadangan, apabila dan cadangan tidak mencukupi, maka dibebankan terbatas pada simpanan pokok dan simpanan wajib.
  3. Anggota yang telah keluar sebelum KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dibubarkan wajib menanggung kerugian, apabila kerugian tersebut terjadi dimana anggota yang bersangkutan masih menjadi anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dan keluarnya sebagai anggota belum lewat jangka 6 (enam) bulan.

BAB XVI

PEMBUBARAN DAN PENYELESAIAN

Pasal 33

  1. Pembubaran KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dapat dilaksanakan berdasarkan;
    1. Pembubaran KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI oleh Rapat Anggota Khusus didasarkan pada:
  1. Keputusan Rapat Anggota Khusus
  2. Keputusan Pemerintah
  1. Atas permintaan sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah anggota KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  2. Tidak ada kegiatan usaha lagi.

Pasal 34

  1. Dalam hal KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI hendak dibubarkan maka Rapat Anggota mengangkat penyelesai yang terdiri  dari unsur anggota, pengurus, pengawas dan pihak lain yang dianggap perlu yang diberi kuasa untuk menyelesaikan pembubaran.
  2. Penyelesai mempunyai hak, wewenang dan kewajiban:
  3. Penyelesai membuat berita acara penyelesaian dan menyampaikan kepada Rapat Anggota.
    1. Pengurus  menyampaikan keputusan pembubaran KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI kepada Rapat Anggota serta kepada pejabat sesuai ketentuan yang belaku.
    2. Pembayaran biaya penyelesaian didahulukan daripada pembayaran hutang lainnya.
    3. Penyelesai memberitahukan keputusan pembubaran KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI kepada semua kreditur maupun pemerintah.
  1. Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dalam penyelesaian.
  2. Mengumpulkan segala keterangan yang diperlukan.
  3. Memanggil pengurus, anggota dan bekas anggota tertentu yang diperlukan, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama.
  4. Memperoleh, memeriksa dan menggunakan segala catatan dan arsip KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  5. Menetapkan dan melaksanakan segala kewajiban pembayaran yang dilakukan dari pembayaran yang dilakukan dari pembayaran hutang lainnya.
  6. Menggunakan sisa kekayaan untuk menyelesaikan sisa kewajiban KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  7. Membagikan sisa hasil penyelesaian  pada anggota.
  8. Membuat berita acara penyelesaian.

BAB XVII

SANKSI

Pasal 35

  1. Apabila anggota, pengurus dan pengawas melanggar ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan peraturan yang lainnya yang berlaku di KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dapat diberikan sanksi oleh Rapat Pleno Pengurus dan Pengawas berupa:
  2. Ketentuan lebih lanjut mengenai ayat (1) pasal ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI.
  3. Apabila direksi dan staf  ahli melanggar ketentuan kontrak kerja yang berlaku, dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan dalam kontrak kerja tersebut.
  4. Apabila karyawan melanggar ketentuan peraturan perusahaan dan peraturan lainnya yang berlaku di KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam peraturan perusahaan.
  5. Ketentuan sanksi sebagaimana dimaksud ayat (3) dan (4) pasal ini lebih lanjut akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
  1. Peringatan
  2. Pemberhentian sementara
  3. Diajukan ke pengadilan

 

 

 

 

BAB XVIII

ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN

Pasal 36

Rapat Anggota menetapkan Anggaran Rumah Tangga dan atau Peraturan Khusus, yang memuat Peraturan Pelaksanaan ketentuan Anggaran Dasar KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.

BAB XIX

PENUTUP

Pasal 37

Akta Perubahan Anggaran Dasar KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI dibuat, disetujui dan disahkan oleh Rapat Anggota Khusus ( RAK) KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI tanggal 20 September  2010  dan ditandatangani oleh kami Pengurus, Pengawas KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI  dan Nurjamal Budiman Ketua Umum Koperasi Tani Amal Bakti Mandiri  selaku Wakil Anggota yang diberi mandat penuh oleh Rapat Anggota Khusus (RAK) KOPTAN AMAL BAKTI MANDIRI tanggal 05 Januari 2011

 

Komentar ditutup.