Sejarah dibalik Pendirian Kelompok Tani Terus Hidup

Posted: Agustus 25, 2011 in Kelompok Tani Terus Hidup

Sejarah dibalik pendirian kelompok Tani Terus Hidup

Kelompok Tani Terus Hidup diDesa Duampana Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu Kelompok Binaan dari LSM WASIAT dan VECO. Meskipun Usia pendiriannya masih relative sangat mudah , dibentuk pada tanggal 24 Juli 2008, namun telah memperlihatkan kemajuan . hal ini karena ditunjang dengan manajemen yang baik  serta visi misi yang signifikan, sarana secretariat yang memadai , adanya peraturan organisasi , Program Kerja Yang Konsisten  dan simpanan pokok yang diperoleh dari anggota

Adalah Pak Usman Said Mada  merupakan salah satu anggota Kelompok Tani  tersebut dan juga sebagi ketua . beliau juga mengakui bahwa tidaklah mudah membangun kelompok Tani . berbagai macam tantangan harus dihadapi dan harus memiliki usaha yang gigih dalam membangun kelompok tani , meluangkan waktu , energy dan biaya  demi tercapainya proses yang diharapkan . Pak Usman Said Mada  mengakui bahwa waktu yang diluangkannya   untuk berfikir bagaimana  mengembangkan kegiatan dan membangun komunitas petani  serta mendatangkan  pemasukan dari hasil produksi  kakao. Beliau juga memiliki sebuah komitmen untuk  membantu petani agar mandiri dan terlepas dari tengkulak yang selama ini menjadi masalah yang dihadapi . beliau juga menyadari bahwa menjalin informasi , pengetahuan dan teknologi bagi manajemen kakao yang baik antar petani didalam kelompok dapat mendatang manfaat bagi kehidupan.

Apa yang mengilhami pak Usman Said Mada merupakan contoh baik yang diperlihatkan oleh Alumni Binaan DISBUN, Amarta dan Wasiat dalam menerapkan metode PsPSP dan sambung samping dikebunnya guna meningkatkan Produksi.

Pak Usman Said Mada berkeinginan untuk membangun pandangan yang positif tentang kelompok Tani dikomunitasnya, merubah perilaku dimasa lalu. Salah satu hambatan terbesar yang dihadapi dalam mengembangkan kelompok Tani adalah kepercayaan Petani . yang merasa sangat sulit untuk bekerja tanpa ada uluran tangan serta bantuan dan dukungan dari pemerintah. Namun permasalahan ini tidak membuat pak Usman Said Berkecil Hati beliau menganggap ini sebuah tantangan yang mesti dihadapi “saat ini saya merasa senang  karena kelompok tani Terus hidup sudah banyak dikenal orang, banyak petani setempat yang ingin bergabung tapi kami hanya membatasi 25 Orang Anggota Saja , begitu pula hal dengan eksportir dan pengelolah yang ingin membangun kemitraan dan saat ini sudah ada tiga kelompok Tani yang telah terbentuk dan dimediasi oleh kelompok tani terus hidup antara lain Kelompok Tani Tegar  dan Kelompok Tani Mentari Timur “ tutur Pak Usman

Pelajaran terbesar yang diperoleh dari pembentukan kelompok Tani adalah : memberlakukan kelompok tani sebagai alat dalam merespon permasalah yang dihadapi petani , Awalnya sebelum kelompok Tani terus Hidup terbentuk maka telah ada kelompok Tani Sebelumnya yakni Kelompok Tani Tegar yang telah dibentuk guna mengatasi Masalah peningkatan Produksi dan Sumber daya Petani tentang cara perawatan tanaman kakao serta pemasarannya yang selama ini dihadapi oleh Petani

By M.Nurjamal budiman. (Aktivis Pemerhati Petani Kakao Polman-SulBar)

Komentar ditutup.