Manajemen Usaha Kakao dengan Sistem Fermentasi

Posted: Agustus 22, 2011 in Koperasi Tani ,Amal Bakti Mandiri

Praktek Manajemen Usaha

  1. Studi Kelayakan Usaha

FERMENTASI BIJI KAKAO

Penanganan biji kakao setelah panen dianjurkan untuk di fermentasi sebelum dikeringkan dan dijual.  Penanganan seperti ini dianjurkan agar aroma kakao menjadi keluar dan dapat dilakukan berbagai pengolahan.  Sedangkan kakao yang tidak difermentasi hanya bisa diambil minyaknya saja, sedangkan ampasnya tidak bisa diolah karena aromanya tidak keluar.  Umumnya kakao fermentasi dikirim ke berbagai negara terutama Eropa dengan harga yang lebih baik, sedangkan yang tidak fermentasi umumnya dikirim ke Amerika dengan harga yang lebih rendah.  Berdasarkan kondisi tersebut maka direncanakan melakukan usaha fermentasi biji kakao sebelum dikeringkan dan dijual.  Studi kelayakan tentang usaha ini sebagai berikut:

  1. Aspek Pasar

Pasar kakao mempunyai spesifikasi yang khas, yaitu hasil olahan fermentasi (fermented) dan tidak difermentasi (unfermented).  Harga ekspor fermented mencapai 2,633 USD per ton.  Pada pasar lokal harga kakao fermentasi Rp. 26.500 per Kg, yang bukan fermentasi Rp. 21.000 per Kg. Dibandingkan dengan tahun lalu harga saat ini mengalami peningkatan yang cukup pesat.  Prospek pasar kakao masih cukup besar karena permintaan pasar ekspor terus meningkat.

  1. Aspek Teknis
  1. Pemilihan buah yang bagus
  2. Pemecahan kulit buah
  3. Pemisahan biji dengan plasenta
  4. Memasukkan kedalam bak ukuran 40 x 40 x 60 cm3 dengan volume rata-rata 45 kg biji buah basah.
  5. Ditutup dengan karung
  6. 48 jam kemudian dibalik, rata-rata suhu dipertahankan 45 – 47o C.
  7. Hari ke-5 di jemur diatas para-para sampai kadar air mencapai 7,5% selama 4 hari.
  8. Dilakukan penyortiran hasil kering, dengan hasil yang baik 15 kg.
  9. Pengepakan dilakukan memakai karung goni biasa
  10. Dipasarkan
  1. Aspek Keuangan
  1. Investasi

No.

Uraian

banyak

satuan

Harga satuan

Jumlah Harga

1. Para-para

3

buah

200.000

600.000

2. Kotak kayu

2

buah

350.000

700.000

3. Termometer

1

buah

50.000

50.000

4. Karung penutup

1

lbr

6.000

6.000

Jumlah

1.356.000

  1. Penyusutan

No.

Uraian

Umur

satuan

Harga

Penyusutan

1. Para-para

3

Tahun

600.000

8.333

2. Kotak kayu

5

Tahun

700.000

5.833

3. Termometer

1

Tahun

50.000

2.083

4. Karung penutup

6

Bulan

6.000

500

Jumlah

16.749

Penyusutan per 2 minggu sebesar Rp. 16.749 dibulatkan menjadi Rp. 16.750.

  1. Modal Kerja

No.

Uraian

banyak

satuan

Harga satuan

Jumlah Harga

1. Beli bahan

45

Kg

7.500

337.500

2. Karung kecil

1

buah

1.500

1.500

3. Tenaga Kerja

15

hari

1.000

15.000

Jumlah

354.000

  1. Modal Usaha

No.

Uraian

Jumlah Harga

1. Investasi

1.356.000

2. Modal Kerja

354.000

Jumlah

1.710.000

  1. Proyeksi Produksi

Produksi yang baik 15 Kg @ Rp. 26.500 = Rp. 397.500

  1. Proyeksi Rugi-Laba

No.

Uraian

banyak

satuan

Harga satuan

Jumlah Harga

1. Hasil Penjualan

15

Kg

26.500

397.500

2. Biaya produksi

354.000

3. Penyusutan

15

Hari

16.750

Keuntungan

(1-2-3)

26.750

Keuntungan bersih melakukan usaha fermentasi sebesar Rp. 26.750,-.

  1. Pencatatan dan Pelaporan Keuangan

Soal :

Seorang anggota kelompok Tani Terus Hidup Pak Jamal budiman ingin melakukan kegiatan fermentasi biji kakao agar memperoleh hasil penjualan yang lebih baik. Beliau dapat pinjaman sebesar Rp. 2.000.000,- pada tanggal 2. Pada tanggal tersebut langsung belanja investasi sebesar Rp. 1.356.000, dan mengerjakan pembuatan kotak sampai jadi dengan ukuran yang telah ditentukan 40 x 40 x 60 cm3.  Besoknya pada tanggal 3 beliau membeli bahan biji kakao sebanyak 45 kg @ Rp. 7.500. Kemudian proses fermentasi langsung dimulai, dua hari kemudian dilakukan pembalikan, setelah 5 hari di buka dan dijemur diatas para-para sekitar 4 hari. Pada tanggal 15 biji yang dijemur sudah kering dengan kadar air rata-rata 7,5%. Pada tanggal tersebut beliau membeli karung 1 buah yang kecil untuk pembungkus seharga Rp. 1.500,- dan membayar upah yang bekerja sebesar Rp. 15.000,-. Kemudian menjual pada kelompok sebanyak 15 kg @ Rp. 26.500. Pak Andi belum tau bagaimana cara membuat pembukuan dan pelaporan keuangan yang baik, mohon bantuannya agar pada waktu berikutnya bisa dilanjutkan beliau. Beliau ingin pada tanggal 16 sudah tutup buku, dan menginformasikan bahwa pada saat awal tanggal 1 ada uang di kantong sebesar Rp. 200.000,-. Untuk itu mohon dibuatkan buku kas, perhitungan rugi-laba, dan neraca keuangan beliau. Atas bantuannya pak Andi mengucapkan banyak terimakasih.

Jawaban :

  1. Buku Kas

Tgl.

Uraian

Pemasukan

Pengeluaran

Saldo

  123

15

16

Saldo awalDapat pinjamanBeli barang Investasi

Beli bahan 45 Kg

Beli karung 1 buah

Bayar Tenaga Kerja

Hasil Penjualan

Saldo Akhir

200.000

2.000.000

397.500

1.356.000

337.500

1.500

15.000

887.500

200.000

2.200.000

844.000

506.500

887.500

Jumlah

2.597.500

2.597.500

  1. Perhitungan Rugi-laba

Sama dengan perhitungan rugi-laba pada kelayakan diatas yaitu :

No.

Uraian

banyak

satuan

Harga satuan

Jumlah Harga

1. Hasil Penjualan

15

Kg

26.500

397.500

2. Biaya produksi

354.000

3. Penyusutan

15

Hari

16.750

Keuntungan

(1-2-3)

26.750

  1. Neraca

Aktiva                                                                                          Pasiva

  1. Kas

887.500

1. Hutang

2.000.000

  1. Bank

0

2.Modal

200.000

  1. Persediaan

0

3.Hibah

0

  1. Investasi

1.339.250

4. Rugi-laba

26.750

  1. Piutang

0

Jumlah Aktiva

2.226.750

Jumlah Pasiva

2.226.750

Catatan : Investasi dikurangi penyusutan sebesar 16.750.

Komentar ditutup.